Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Kisah menyayat hati: Ayah di Garut terpaksa curi HP agar anak bisa ikut belajar online

Kisah menyayat hati: Ayah di Garut terpaksa curi HP agar anak bisa ikut belajar online

Kisah menyayat hati datang dari Garut, Jawa barat. Seorang ayah berinisial A (41 tahun), warga Tarogong Kaler, Garut, terpaksa curi HP agar anaknya bisa belajar secara online. A pun sempat ketahuan saat melakukan pencurian.

Kisah ini bermula saat sang anak merengek minta dibelikan HP. Sang anak sudah 10 hari ketinggalan pelajaran. Di tengah kekalutannya itu, dia kemudian gelap mata.

A lalu curi HP yang korbannya dia kenal. Bahkan A juga sering disuruh untuk bantu-bantu di rumah korban. Saat melihat ada HP tergeletak di salah satu ruangan rumah korban, ia pun kemudian mengambilnya.

“Jujur, saat itu saya gelap mata, saya teringat anak saya. Makanya ketika lihat ada HP saya langsung ambil,” ucapnya, disitat Galamedia, Rabu 5 Agustus 2020.

Namun aksi pencurian yang dilakukan A akhirnya ketahuan. Ini berkat si korban yang sukses menemukan posisi HP melalui pelacakan.


Saat ditemukan, HP curi-an tersebut tengah dipakai anaknya A, yang masih duduk di bangku SMP untuk belajar secara online.

“Saya terpaksa mencuri HP, meskipun saya sadar bahwa perbuatan saya salah,” kata A.

Ayah tiga anak itu bilang, andai saja dia memiliki cukup uang, tentu dia tidak akan curi HP demi belajar online anaknya. A sendiri sehari-hari bekerja sebagai buruh serabutan.

Penghasilannya tak menentu. Saat ada yang menyuruhnya bekerja, ia bisa mendapatkan penghasilan Rp50 ribu per hari. Walau begitu, uang yang didapatnya tentu tak bisa menghidupi semua anggota keluarganya.

Jangankan untuk membelikan HP anaknya, untuk makan sehari-hari saja masih serba kekurangan.

Korban ikut iba
Pada saat ketahuan, korban awalnya melapor aksi pencurian HP yang dilakukan A. Ya, dia dilaporkan ke kantor polisi.

Namun setelah melihat kondisi A dan keluarga, sekaligus motif di balik pencurian, korban justru berbalik iba. Korban kemudian memilih untuk tidak memperpanjang kasus pen-curi-an HP untuk belajar online anaknya itu.

Sementara itu, kisah A yang mencuri HP agar anaknya bisa mengikuti pelajaran secara online tersebut mengundang simpati dari berbagai kalangan. Tidak sedikit pihak-pihak yang merasa tergugah dan memberikan bantuan setelah mengetahui kronologisnya.

Bantuan salah satunya diberikan jajaran Kejaksaan Negeri (Kejari) Garut yang langsung menyambangi kediaman keluarga A di Kecamatan Tarogong Kaler. Selain HP android berikut kartu dan kuotanya, keluarga besar Kejari Garut juga memberikan bantuan berupa peralatan sekolah dan sembako untuk meringankan beban keluarga A.

A sendiri saat ini tinggal di gubuk berukuran 4×6 meter di gang sempit. Rumahnya hanya memiliki satu kamar, serta sebuah ruangan yang dijadikan sebagai ruang tamu sekaligus berfungsi sebagai ruang tidur dan tempat berkumpul keluarga.

Di dalamnya, hanya ada lemari pakaian, lemari piring, dan TV tabung. Sedangkan di belakangnya, terdapat sebuah toilet.

Serikat Guru: Kami prihatin
Sementara itu kasus pencurian HP yang dilakukan ayah untuk belajar online anaknya itu turut menyita perhatian berbagai pihak.

Termasuk salah satunya datang dari Serikat Guru Indonesia (SEGI). Mereka mengaku simpatik terhadap kisah miris dalam sistem pendidikan di Indonesia di tengah pandemik Covid-19.

“Kami dari SEGI tentu sangat prihatin dengan adanya kasus ini, dan kami tidak membenarkan hal itu (pencurian ponsel),” kata Ketua SEGI Apar Rustman, disitat RMOL.

Kata Apar, pencurian memang tidak dibenarkan dalam hukum, meski dengan alasan untuk belajar anaknya. “Seharusnya ini tidak terjadi. Dan kami juga sangat mengerti dengan kondisi ekonomi terutama dalam masa pandemik Covid-19,” ucapnya.

Apar pun kemudian menyinggung kinerja Dinas Pendidikan (Disdik) setempat. Sebab, hal tersebut tidak bakal terjadi andai ada sistem pendidikan yang matang untuk dijalani siswa di tengah pandemik ini.

“Ada kegagalan Pemkab meramu pembelajaran di tengah situasi Covid-19. Terobosan-terobosan yang dilakukan Disdik belum terlihat. Belum bisa mengakomodir seluruh lapisan masyarakat,” ucapnya.

Posting Komentar untuk "Kisah menyayat hati: Ayah di Garut terpaksa curi HP agar anak bisa ikut belajar online"

Berlangganan via Email