Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Nasib balita yang dicekoki miras, Fahira Idris: Negara harus bertanggung jawab


Khalayak netizen dibuat berang oleh video seorang pemuda yang diduga memberi minuman keras (miras) berupa anggur merah. Dalam video balita dicekoki miras itu seorang pemuda memberikan miras berjenis anggur merah kepada seorang bocah yang usianya ditaksir masih di bawah 5 tahun.

Tak hanya sekali, si pemuda menuangkan segelas demi segelas minuman yang diduga anggur merah sampai tiga kali dan menyuruh bocah itu menenggaknya sampai habis. Dengan polosnya, si balita yang dicekoki miras itu menerima saja pemberian si pemuda.

Lalu pada penggalan video yang lain, terlihat bocah tersebut mabuk hingga berjalan sempoyongan dan menubruk tumpukan papan.

Videonya diunggah di akun Facebooknya pada hari Minggu 23 Agustus 2020 pukul 00.30 wib. Pada video tersebut tertulis keterangan dalam bahasa daerah, “Minum tenang jappa ta’jere.”

Gerak cepat, kepolisian mendalami video viral. Kedua pemuda tersebut kini telah ditangkap jajaran Polres Luwu Timur, Polda Sulawesi Selatan

Kedua pelaku bernama, Firman Effendi, 20 tahun dan Muh Rifky Hendra, 19 tahun. Keduanya merupakan warga Jalan Abubakar Assidiq, Desa Timampu, kecamatan Towuti, Kabupaten Luwu Timur.

Dilansir dari instagram @fakta.indo, kedua pelaku ternyata seorang pengangguran.

“Firman yang memberi minuman dan Muh Rifky yang merekam. Keduanya tidak memiliki pekerjaan alias pengangguran. Jadi, kerjanya mabuk-mabukan saja,” tambahnya.

Dihadapan petugas, kedua pelaku ini mengakui perbuatannya telah mencekoki minuman alkohol anak dibawah umur.

Nasib balita dan kemarahan publik
Video viral tersebut memicu amarah publik, dan berbagai pihak hingga mendorong pihak kepolisian cepat meringkus pelaku. Tak cuma warganet yang berbondong-bondong menyerang akun pelaku, namun pihak pemerintah juga menyoroti kasus ini.

Anggota DPD RI yang juga aktivitas perlindungan anak, Fahira Idris mengatakan dirinya mengutuk aksi yang dilakukan kedua pemuda tersebut.

Bukan hanya merupakan tindakan biadab, apa yang dilakukan kedua pemuda ini menurut Fahira merupakan kejahatan serius karena secara jelas dan menyakinkan telah melanggar undang-undang perlindungan anak.

“Pelaku harus dihukum berat ini kejahatan serius,” katanya lewat siaran pers yang dikirimkan kepada Hops.id. Senin 24 Agustus 2020.

Fahira mengungkapkan, Pasal 76J Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 Tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak tegas menyatakan bahwa orang yang dengan sengaja menempatkan, membiarkan, melibatkan, menyuruh melibatkan Anak dalam penyalahgunaan, serta produksi dan distribusi alkohol dan zat adiktif lainnya diancam pidana lima tahun.

Oleh karena itu dirinya meminta pihak kepolisian menjerat pelaku dengan UU Perlindungan Anak. “Saya apresiasi gerak cepat Polres Luwu Timur yang sudah menangkap pelaku. Kasus ini sudah menjadi perhatian publik oleh karena itu harus dibawa ke meja hijau karena sangat jelas melanggar UU Perlindungan Anak.”

Ia juga berharap polisi melakukan pengembangan kasus untuk mendalami apakah ada anak lain yang juga mereka cekoki miras dan apakah perbuatan biadab pelaku ini sudah sering mereka lakukan.

“Kejadian ini juga harus menjadi evaluasi para pemangku kepentingan atas peredaran miras khususnya di Luwu Timur,” ujar Fahira.

Sementara itu anak yang menjadi korban, selain harus segera mendapat pendampingan, perlindungan, dan pemulihan baik psikis serta fisik, kesehatan anak juga harus diperiksa untuk memastikan sejauh mana miras yang telah masuk ke tubuhnya menggangu perkembangan organ tubuhnya.

“Negara bertanggung jawab untuk memulihkan kembali semua sisi kehidupan anak yang menjadi korban tersebut. Saya berdoa kondisinya baik-baik saja dan segera mendapat pendampingan dan pemeriksaan kesehatan. Kasus seperti ini tidak boleh terjadi lagi,” kata Senator Jakarta ini.

Posting Komentar untuk "Nasib balita yang dicekoki miras, Fahira Idris: Negara harus bertanggung jawab"

Berlangganan via Email