Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Pro Kontra 21 SMP di Surabaya Dibuka Kembali di Tengah Pandemi COVID-19

Pro Kontra 21 SMP di Surabaya Dibuka Kembali di Tengah Pandemi COVID-19
21 SMP di Surabaya rencananya dibuka kembali di tengah pandemi COVID-19, meski belum dipastikan tanggalnya. Namun sebelum dibuka, Pemkot Surabaya akan melakukan simulasi tatap muka terlebih dulu.
Alasan sekolah kembali dibuka setelah menerapkan sistem daring 5 bulan ini, karena setiap malam banyak ditemukan anak-anak sedang bersepeda. Bukan beristirahat.

Dibukanya kembali sekolah tatap muka ini mendapat berbagai respon dari para wali murid. Baik pro hingga kontra.

Salah satu wali murid SMP dari Rungkut Kidul, Mey Sumarni mendukung 100% agar sekolah kembali dibuka. Sebab, dia merasa anak tidak mudah konsentrasi saat diberikan materi secara daring.

"Bagus lah, orang mal aja buka, sekolah masa nggak buka. Saya dukung 100%. Kalau pakai zoom kurang maksimal. Anaknya kadang denger (Gurunya mengajar) saja belum tentu disimak apa yang dikatakan gurunya. Kan daring sambil tidur-tiduran bisa, kurang konsentrasi. Kalau di sekolah kan konsentrasi," kata Mey kepada detikcom, Minggu (2/8/2020).

Jika sudah new normal, lanjut Mey, harusnya lebih diperhatikan lagi untuk daring. Pemerintah juga harus melihat apakah belajar daring cocok untuk anak-anak, terlebih untuk kelas 9.

"Kalau hanya daring, saya yakin kalau dia pegang HP belum tentu dia selalu belajar. Dia buka-buka YouTube, khawatirnya membuka konten-konten negatif seperti konten porno," ujarnya.

Namun sebaliknya, seorang wali murid siswa SMPN 9, Sari mengaku justru tidak setuju jika sekolah kembali dibuka, meskipun tidak semua tatap muka. Sebab, kembalinya sekolah tatap muka bisa jadi menimbulkan klaster baru COVID-19.

"Kurang setuju sih. Takutnya ada klaster (Baru). Apa lagi angkanya masih tinggi," kata Sari.

Jika memang akan kembali dibuka sekolah tatap muka, Sari meminta untuk pemkot agar lebih mematangkan protokolnya saat simusai besok Senin (3/8).

"Untuk pemkot jangan gegabah, sebaiknya benar-benar dimatangkan simulasinya," pungkasnya.

Sebelumnya Kabag Humas Pemkot Surabaya Febriadhitya Prajatara mengatakan akan membuka belajar tatap muka untuk siswa SMP. Namun sebelumnya akan menggelar simulasi penerapan protokol kesehatan.

Alasan Pemkot Surabaya membuka sekolah dengan tatap muka setelah menerapkan sistem daring, lanjut Febri, karena setiap malam hari, anak-anak bukannya istirahat malam bersepeda.

Posting Komentar untuk "Pro Kontra 21 SMP di Surabaya Dibuka Kembali di Tengah Pandemi COVID-19"

Berlangganan via Email