Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

RI dan UEA Tingkatkan Kerja Sama Bilateral Berbagai Bidang


Indonesia dan Uni Emirat Arab (UEA) terus meningkatkan kerja sama bilateral di berbagai bidang. Dalam langkah terbaru, RI mengirim Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi dan Menteri BUMN Erick Thohir ke UEA.

Menurut Menlu Retno, pada 17 Agustus 2020, Presiden RI menerima telepon dari Putra Mahkota Uni Emirat Arab (UEA),Syeikh Muhammad bin Zayed. Dalam pembicaraan per telepon, selain menyampaikan ucapan kemerdekaan Indonesia, kedua pemimpin juga membahas upaya-upaya peningkatan kerjasama bilateral.

“Di dalam pembicaraan per telepon tersebut, Presiden Republik Indonesia antara lain menyampaikan akan mengutus Pak Erick dan saya untuk berkunjung ke Abu Dhabi guna menindaklanjuti semua kerjasama di tengah pandemi ini, terutama terkait dengan penanganan Covid-19 dan kerjasama ekonomi lainnya,” papar Menlu Retno dalam pernyataan persnya.

UEA adalah negara pertama di mana Indonesia mengadakan pengaturan terkait essential business travel corridor. Dan dengan pengaturan tersebut diharapkan kunjungan bisnis yang esensial dapat mulai dilakukan tentunya dengan mematuhi peraturan protokol kesehatan yang telah disepakati secara ketat.

“Selama berada di Abu Dhabi, kami melakukan 3 kluster pertemuan yaitu: Yang pertama, pertemuan bilateral dengan Menteri Luar Negeri Uni Emirat Arab, Syeikh Abdullah bin Zayed, dan Menteri Energi dan Infrastruktur, yaitu Menteri Suhail Al-Mazroui,” kata Retno.

Yang kedua, pertemuan terkait sektor kesehatan utamanya dengan G42. Yang ketiga, pertemuan dengan beberapa perusahaan yang terkait dengan energi, pangan dan lainnya.

“Hasil pertemuan yang pertama, yaitu pertemuan dengan Menteri Luar Negeri dan Menteri Energi dan Infrastruktur. Dua isu utama yang kita bahas, yaitu kerjasama dalam konteks Covid-19 dan kesehatan serta kerjasama ekonomi lainnya,” ujar Retno.

Mengenai kerjasama dalam konteks Covid-19 dan kesehatan, pada 28 April, sebagai tanda solidaritas UAE telah mengirimkan 20 ton peralatan kesehatan, antara lain berupa coverall, sarung tangan, masker, sepatu pelindung, hand sanitizer, dan lain-lainnya.

“Pada saat yang bersamaan, guna membantu UMKM, maka UAE juga melakukan pembelian atau impor hampir 30 ton produk UMKM berupa buah-buahan, sayuran segar, serta makanan kering dari Indonesia,” ujar Retno.

Saat ini kedua negara memfokuskan kerjasama pada penyediaan vaksin dan alat deteksi atau screening Covid-19 dengan menggunakan teknologi laser dan Artificial Intelligence.

Disampaikan kepada Menlu UAE bahwa saat ini Indonesia juga menjajaki kerja sama distribusi produk farmasi Indonesia ke Timur Tengah dan Afrika.

“Ke depannya, saya sampaikan kepada kedua Menteri UAE tersebut, bahwa kerjasama di bidang kesehatan ini hendaknya diarahkan untuk kerja sama panjang dan strategis, misalnya untuk co-production dan co-development,” kata Retno.

Isu kedua yang kita bahas adalah peningkatan kerjasama di bidang ekonomi, utamanya di bidang energi dan pangan. Pembahasan kerjasama ekonomi ini dilakukan sebagai tindak lanjut dari kunjungan Presiden pada Januari lalu

“Mengenai energi, alhamdullilah, kalau kita lihat salah satu proyek Pembangkit Listrik Tenaga Surya Terapung sebesar 145 MWAC di Waduk Cirata, Jawa Barat, kerja sama antara PT PJBi (Indonesia) dan PT Masdar (PEA) akan lakukan ground breaking pada Juni 2021 dan akan mulai beroperasi pada semester kedua 2022,” papar Retno.

Dalam pertemuan tersebut juga menjajaki pengembangan proyek energi terbarukan lainnya di Indonesia. Selain itu, RI meminta dukungan pemerintah UAE terhadap pembicaraan bisnis yang sedang dilakukan: Antara lain, antara Pertamina dan ADNOC dan dengan yang lainnya, misalnya di bidang pertanian dengan Elite Agro yang memiliki rencana untuk melakukan investasi di sektor agrobisnis di wilayah Subang, Jawa Barat dan kita harapkan dapat diwujudkan dalam waktu sesegera mungkin.

Posting Komentar untuk "RI dan UEA Tingkatkan Kerja Sama Bilateral Berbagai Bidang"

Berlangganan via Email