Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Sindiran Gus Dur, Golkar pinjam doa tapi tak pernah dikembalikan

Sindiran Gus Dur, Golkar pinjam doa tapi tak pernah dikembalikan

Sosok Abdurahman Wahid atau Gus Dur dikenal masyarakat sebagai pemikir dan ikon politikus santri. Sebagai pemikir, Gus Dur terkenal dengan gaya santai dan humornya. Dalam menyampaikan gagasan atau pendapat, sering Gus Dur menyelipkan nada humornya. Nah belakangan ini muncul video Gus Dur singgung Golkar pinjam doa NU namun tak pernah dikembalikan.

Doa yang dimaksud adalah ucapan Billahi Taufiq Walhidayah (Allah adalah Dzat yang memberi petunjuk ke jalan yang selurus-lurusnya), yang umum disampaikan sebelum ucapan wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Bagaiman sih Gus Dur merespons kelakuan Golkar tersebut?

Pinjam doa

Persoalan Golkar meminjam doa Billahi Taufiq Wal hidayah sudah disampaikan Gus Dur berkai-kali. Misalnya dalam sebuah pertemuan peringatan hari lahir (Harlah) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) ke-46 pada 2006 di Jakarta.

Disitat dari NU Online, dalam acara itu Gus Dur memberi sambutan, dan menutupnya dengan ucapan wabillahi taufiq wal hidayah. Kemudian Gus Dur terdiam sejenak, tahu ada yang janggal menurut tradisi NU.

“Saya kok mau salah menyampaikan salam penutup, harusnya kan yang khas NU,” jelas cucu pendiri NU ini.


Setelah itu Gus Dur lalu menutup sambutannya dengan kalimat wallohul Muwafiq ila aqwamith Thariq.

Gus Dur lalu menceritakan sejarah ucapan Billahi Taufiq Wal hidayah adalah ciptaan ulama NU, yaitu KH. Ahmad Abdul Hamid asal Kendal, Jawa Tengah.

Ucapan tersebut telah disepakati dipakai ulama NU untuk kalangan NU. Namun dalam musim Pemilu, ucapan tersebut dipakai oleh Golkar. Gus Dur menyebutkan Golkar pinjam doa NU.

“Dulu ulama-ulama NU, sepakat menggunakan wabillahi taufiq wal hidayah untuk ucapan penutup dan Nahdlyiin wajib mengikuti. Tapi setelah musim kampanye pemilu tahun 70-an, Golkar memakai ucapan itu untuk menutup setiap pidato kampanyenya. Jadi Golkar minjem ‘wabillahi taufiq wal hidayah’ dari NU dan belum dikembalikan hingga saat ini,” ucap Gus Dur dalam acara PMII itu pada 2006.

Sejarah billahi taufiq wal hidayah

Karena ucapan doa itu dipakai Golkar, maka KH. Ahmad Abdul Hamid menciptakan ucapan doa lainnya supaya khas NU lainnya yaitu, wallohul Muwafiq ila aqwamith Thariq yang artinya Allah adalah Dzat yang memberi petunjuk ke jalan yang selurus-lurusnya.

Jadi pada mulanya, dikutip dari Aswaja Centre, kalimat Billahi Taufiq wal Hidayah, diciptakan sebagai ciri khas warga NU untuk mengakhiri ceramah, pidato dan surat menyurat.

Pertama kali KH. Ahmad Abdul Hamid mengucapkan kalimat itu di Magelang yang selanjutkan diikuti oleh para Ulama NU dan seluruh warga Nahdliyin. Namun kalimat itu akhirnya ditiru dan digunakan oleh hampir semua kalangan umat Islam dari berbagai organisasi dan pergerakan, sehingga kekhasan untuk warga NU sudah tidak ada lagi.

Untuk itu KH. Ahmad Abdul Hamid kemudian menciptakan kalimat baru Wallahul Muwaffiq ila Aqwamith Thariq yang dirasa cukup sulit ditirukan oleh warga non-NU. Sehingga sejak itu warga Nahdliyin menggunakan kalimat ‘Wallahul Muwaffiq Ila Aqwamit Thariq’ dalam mengakhiri ceramah, pidato dan surat menyurat sebelum salam penutup, meski yang tetap terbiasa menggunakan ‘Billahi Taufiq wal Hidayah’ juga masih banyak.

Gus Dur nyindir

Nah dua tahun sebelum harlah PMII 2006 itu, Gus Dur sudah menyindir Golkar pinjam doa NU ini dalam sebuah acara pengajian di Tulungagung, Jawa Timur.

Pemikir Islam itu kembali menyebutkan Golkar yang pinjam kalimat Billahi Taufiq wal hidayah namun tak dikembalikan ke NU hingga saat itu, kata dia setengah becanda.

Dia mengulang akhirnya KH. Ahmad Abdul Hamid mencari kalimat penggantinya tersebut. Nah Gus Dur mengatakan dia punya cara sendiri untuk melawan Golkar yang pinjam doa NU tak pernah dikembalikan itu.

“Kiai Ahmad Abdul Hamid almarhum (pakai kalimat pengganti itu). Lha kalau saya beda wataknya kok. Kalau barang itu dipinjam, awas. Sini kembalikan, saya tambahi biar kamu nggak bisa nambahin,” kata Gus Dur.

Apa tambahannya yaitu wabillahi taufiq wal hidayah ditambahi dengan wa ridha wal inayah wassalamu alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Posting Komentar untuk "Sindiran Gus Dur, Golkar pinjam doa tapi tak pernah dikembalikan"

Berlangganan via Email