Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Singgung Pembubaran HTI, Menag: Sistem Khilafah Tertolak di Indonesia


Sebuah peristiwa yang terjadi di lembaga pendidikan di Kecamatan Rembang, Pasuruan terkait kedatangan kelompokmassa untuk melakukan klarifikasi atas dugaan sebagai tempat kaderisasi HTI dan mengajarkan khilafah mendapat tanggapan dari Menteri Agama (Menag) Fachrul Razi.

Menurutnya, organisasi Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) sudah dibubarkan sejak 2017. Atas dasar itulah, hati tidak lagi memiliki izin untuk melakukan aktivitas di Indonesia, terutama berkaitan dengan kampanye politik khilafah.

“HTI sudah dibubarkan. Sistem politik khilafah tertolak di Indonesia. Sebab, pendiri bangsa telah bersepakat untuk mendirikan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” kata Menag dalam keterangan tertulisnya, sebagaimana dikutip dari Sindonews.com, Jumat (21/8/2020).

Menag menegaskan, NKRI adalah hasil kesepakatan bersama dan menjadi bentuk negara yang sudah final. Menurut dia, sebuah negara juga tidak harus berbentuk khilafah untuk disebut Islami.

Karenanya, nilai-nilai keislaman tetap bisa tumbuh subur dalam sistem Republik, kerajaan, atau keamiran, termasuk yang sejak dulu berjalan di Republik Indonesia.

Lebih lanjut, di akhir keterangannya, Fachrul Razi mengajak semua elemen masyarakat untuk menumbuhkan semangat nasionalisme dan cinta tanah air. Ajakan tersebut berkaitan dengan peringatan HUT Kemerdekaan 17 Agustus 2020 dan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1442 H,

“Mari kuatkan semangat hijrah untuk membangun NKRI menuju Indonesia Maju,” pungkasnya.

Posting Komentar untuk "Singgung Pembubaran HTI, Menag: Sistem Khilafah Tertolak di Indonesia"

Berlangganan via Email