Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Buruh Mau Mogok dan Demo 3 Hari, Polisi Menolak


 Rencana mogok dan demo oleh para buruh selama tiga hari ditolak dengan tegas oleh kepolisian daerah (Polda) Metro Jaya. Polisi tak memberikan izin demo yang direncanakan akan berlangsung dari tanggal 6-8 Oktober 2020.


Para buruh sendiri melakukan aksi mogok dan demo tersebut sebagai bentuk penolakn terhadap

Rancangan Undang-undang (RUU) Omnibus Law Cipta Kerja yang akan dilanjutkan ke pembahasan untuk menjadi UU.


"Kemarin sudah saya sampaikan, Polri tidak akan pernah mengeluarkan izin untuk melaksanakan kegiatan demo," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Sabtu (3/10/2020).


Yusri mengatakan, aksi demo dikhawatirkan menyebabkan munculnya klaster baru penyebaran Corona. Pertimbangan lainnya, angka kasus positif Corona di Jakarta masih tinggi.


"Masa sekarang ini PSBB, Covid-19 di Jakarta ini cukup tinggi, 1.000 sehari. Jangan membuat klaster baru," ujar Yusri.


Yusri menegaskan tidak akan mengeluarkan izin keramaian di wilayah hukum Polda Metro Jaya selama masa PSBB ketat.


"Polda Metro dalam hal ini tidak akan pernah memberikan izin untuk wilayah hukum Polda Metro Jaya untuk melakukan unjuk rasa atau tempat-tempat kegiatan keramaian yang ada," tegas Yusri.


 

Posting Komentar untuk "Buruh Mau Mogok dan Demo 3 Hari, Polisi Menolak"

Berlangganan via Email