Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Menteri Nadiem: Guru di Papua Punya Paradigma Transformasi Pendidikan

Menteri Nadiem: Guru di Papua Punya Paradigma Transformasi Pendidikan

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim optimistis untuk kemajuan pendidikan di Provinsi Papua Barat. Nadiem memuji para guru di provinsi tersebut yang dinilainya memiliki paradigma Merdeka Belajar untuk melakukan transformasi pendidikan.


Merdeka Belajar adalah kebijakan yang dicanangkan Mendikbud untuk mendukung esensi dari kebebasan berpikir. Dalam kunjungannya ke Papua Barat, Mendikbud meninjau 13 lokasi, antara lain, 10 sekolah baik negeri maupun swasta, Sanggar Seni Nani Bili, kampung adat Malaumkarta, dan Cagar Budaya Kubu Pertahanan Jepang.


Baca Juga: Mendikbud Minta Industri Serap Lulusan SMK


“Saat saya bertemu guru-guru dan kepala sekolah di Papua, mereka punya dasar paradigma Merdeka Belajar, mereka punya keinginan untuk lebih baik, dan itu adalah yang terpenting dalam transformasi pendidikan,” kata Nadiem saat berada di SMP YPK Syaloom, kota Sorong, Papua, Jumat (12/2/2021), dikutip dari siaran pers Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud), Minggu (14/2/2021) malam.


Kunjungan Mendikbud didampingi staf khusus presiden asal Papua, Billy Mambrasar dan anggota Komisi X DPR, Robert Joppy Kardinal. SMP YPK Syaloom menjadi lokasi terakhir kunjungan kerja mendikbud beserta jajaran Kemdikbud, antara lain, Dirjen Pendidikan Vokasi, Wikan Sakarinto, Dirjen Guru dan Tenaga Kependidikan Iwan Syahrir, dan Direktur Kepercayaan Terhadap Tuhan yang Maha Esa dan Masyarakat Adat, Sjamsul Hadi.


“Jadi tugas Kemdikbud adalah menetaskan potensi, agar para kepala sekolah dan guru di Papua Barat dapat berinovasi dan difasilitasi untuk memajukan anak-anak Tanah Papua,” kata Nadiem.


Baca Juga: Mendikbud Berkomitmen Memajukan Adat dan Budaya Papua Barat


Dalam kunjungannya ke SMK Negeri 3 Kota Sorong, Nadiem juga mendorong pentingnya pola pikir kewirausahaan bagi siswa. “SMK yang unggul bukan yang hanya berpikir tentang sistem pendidikan, tapi juga kewirausahaan. Buatlah produk hebat dan menjual. Dengan begitu kita bisa menghasilkan SDM yang inovatif,” katanya.


Sementara itu, stafsus presiden Billy Mambrasar menilai, Mendikbud bisa memanifestasikan perintah Presiden Joko Widodo untuk pembangunan Papua, khususnya sumber daya manusia di Papua.


“Kita bisa melihat kinerja Kemendikbud di tengah pandemi Covid-19, mereka kerja cepat, kreatif, dan tepat,” ujar Billy.


Baca Juga: Mendikbud Dorong Sekolah di Papua Gabung Sekolah Penggerak


Billy berpendapat, kebijakan mendikbud sudah tepat untuk menetapkan bantuan operasional sekolah (BOS) sesuai indeks harga dan kemahalan, sehingga Provinsi Papua dan Provinsi Papua Barat akan memperoleh dana BOS lebih tinggi dari provinsi lainnya.


Dia juga menceritakan langkah Mendikbud saat berkunjung ke Pulau Soop dimana sejumlah anak kesulitan mengakses transportasi ke sekolah.


“Tepat pada saat itu juga, Mas Menteri menyumbang sebuah kapal dan muncul ide kreatif dengan membuat sistem transportasi agar guru dan anak anak bisa jalan bersekolah dengan bantuan pemerintah,” kata Billy.

Posting Komentar untuk "Menteri Nadiem: Guru di Papua Punya Paradigma Transformasi Pendidikan"

Berlangganan via Email