Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Muslim Arbi: Anies itu profesional dan aset bangsa, aneh yang anggap dia tak bisa kerja

Muslim Arbi: Anies itu profesional dan aset bangsa, aneh yang anggap dia tak bisa kerja

 Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan baru-baru ini jadi perbincangan hangat lantaran membuktikan prestasimya dalam memimpin Ibu Kota di hadapan Presiden Joko Widodo. Menurut pengamat polittik, Muslim Arbi menilai bahwa memang layak Anies mendapatkan berbagai pujian lantaran dia memang profesional.


Terlebih menurut pandangannya, dalam survei Median warga di DKI Jakarta sangat puas dengan kepiawaian mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan tersebut dalam memimpin Ibu Kota.



Sehingga tidak heran kalau masyarakat ingin agar Anies Baswedan kembali maju jadi Gubernur dalam perhelatan Pilkada mendatang. Sebagaimana diketahui, Anies akan purna jabatan pada tahun 2022 nanti.


Sebenarnya, kata Muslim Arbi tidak heran dia bakal dicalonkan kembali dalam Pilgub nanti karena jasanya menata Ibu Kota bisa dilihat dan dirasakan oleh banyak orang.



 

“Dari hasil Survei Median itu bukti Anies Baswedan selama ini bekerja secara profesional untuk menata ibukota dan hasilnya seperti yang dilihat dan dirasakan selama ini,” katanya, mengutip Rmol, pada Senin, 15 Februari 2021.


“Maka pantas kalau warga DKI dalam survei itu puas dan inginkan agar Anies maju lagi pada Pilgub DKI 2022 mendatang,” sambungnya.


Meski kinerja Anies dinilai baik, dia melihat ada agenda politik yang bisa jadi digunakan untuk menjegal elektabilitas dan sepak terjang Anies dalam kariernya di dunia politik tanah air, di antaranya pemberlakuan Pilkada serentak 2024 mendatang.


“Ini aneh ada apa? Apakah untuk menjegal seorang Anies yang sukses pimpin ibukota selama Pilkada harus ditunda? Sebenarnya hal itu tidak perlu terjadi. Anies alumni UGM itu mesti di dukung untuk benahi DKI dan bila perlu benahi Indonesia ke depan,” ujarnya.


Padahal menurut Muslim, Anies merupakan aset bangsa yang jasanya perlu diapresiasi. Oleh sebabnya dia mengimbau agar jangan ada pihak yang menjegal langkah politik Anies dengan cara yang terbilang tidak masuk akal.


“Ini aset nasional. Jangan di jegal dengan dalih-dalih yang tidak masuk akal. Jadi kalau ada yang anggap Anies tidak bisa kerja itu aneh dan mengada-ngada,” tandasnya.


Jangan bangga dulu, ternyata prestasi Anies atasi macet itu berkat Gubernur sebelumnya


Pengamat Transportasi dari Universitas Trisakti Yayat Supriyanti mengungkapkan bahwa pencapaian Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dalam mengatasi kemacetan di Ibu Kota tidak lepas dari campur tangan para gubernur DKI sebelumnya.


Menurut pandangan Yayat, khusus soal membangun transportasi bukanlah perkara yang mudah, bahkan untuk menuntaskan kemacetan tidak cukup dirampungkan melalui satu periode jabatan saja.


Sehingga, Yayat menyimpulkan sesungguhnya pencapaian Anies saat ini merupakan efek domino dari usaha-usaha gubernur terdahulu sebelum Anies menjabat.


Soal menangani kemacetan, memang perlu dikerjakan melalui transisi waktu yang cukup panjang.


Salah satu sosok yang digadang-gadang oleh Yayat punya andil besar dalam mengentaskan kemacetan di Ibu Kota adalah Ali Sadikin.


“Keberhasilan membangun transportasi itu bukan diselesaikan dalam jangka pendek, tapi dia merupakan sebuah transisi waktu yang cukup panjang,” ujar Yayat Supriyatna, mengutip Kompas pada Jumat, 12 Februari 2021.


Salah satu sosok yang digadang-gadang oleh Yayat punya andil besar dalam mengentaskan kemacetan di Ibu Kota adalah Ali Sadikin.


Pada masa kepemimpinannya sebagai orang nomor satu di DKI Jakarta, dia merintis agar angkutan umum bisa bersinergi dan terintegrasi satu sama lain.


Kemudian selanjutnya ada sosok Sutiyoso. Gubernur yang karib disapa ‘Bang Yos’ ini mengambil langkah tidak mudah, yakni merancang jalur busway di jalan-jalan DKI Jakarta.


Tidak selang berapa lama karena jabatannya habis, pembangunan busway tersebut dilanjutkan oleh Fauzi Bowo.


“Ada Gubernur perintis ini kan dari Pak Sutiyoso, pak Ali Sadikin pun bisa dikatakan perintis. Ketika Pak Sutiyoso membangun busway dengan segala kesulitannya, kemudian dilanjutkan dengan Pak Foke (Fauzi Bowo),” jelasnya.


Setelah jabatan Fauzi Bowo selesai, Jokowi dan Ahok melanjutkan pembenahan transportasi di DKI. Mereka dengan lantang memulai proyek Moda Raya Terpadu (MRT) dan membenahi carut-marut fungsi trotoar di Ibu Kota.


Barulah Gubernur sat ini, Anies Baswedan melanjutkan program-program tersebut.


“Pak Ahok juga merintis jalan trotoar, Pak Anies juga menyelesaikan apa yang belum diselesaikan sebelumnya,” tuturnya.


“Jadi bisa dikatakan hasil yang didapat di ujung ini adalah hasil yang dilakukan oleh pendahulu-pendahulu sebelumnya,” imbuhnya.

Posting Komentar untuk "Muslim Arbi: Anies itu profesional dan aset bangsa, aneh yang anggap dia tak bisa kerja"

Berlangganan via Email